Sebagai perbandingan:
Contoh SALAH (Kualitatif): "Saya seorang pengemudi ojek online, saya akan dinilai bagus jika dalam satu hari mendapatkan banyak customer." (Kata "banyak" tidak jelas ukurannya).
Contoh BENAR (Kuantitatif): "Saya seorang pengemudi ojek online, saya akan dinilai bagus jika dalam satu hari mendapatkan customer minimal 20 orang."

Melanjutkan analogi tersebut, tema QCC yang presisi bagi seorang pengemudi ojek online adalah: "Bagaimana meningkatkan jumlah customer dalam 1 hari dari 10 customer per hari menjadi 20 customer per hari."
Lalu, bagaimana menerapkannya di lingkungan kerja industri atau shopfloor Anda? Berikut adalah contoh perumusan indikator kinerja terukur dan tema QCC turunannya di berbagai bagian:
Bagian Produksi / Machining
Tolok ukur terukur: "Saya dinilai bekerja dengan baik kalau output harian mesin mencapai minimal 500 pcs dengan tingkat defect di bawah 1%."
Tema QCC: "Bagaimana menurunkan reject rate produk komponen X dari 4% menjadi di bawah 1% dalam waktu 2 bulan."
Bagian Gudang / Warehouse
Tolok ukur terukur: "Saya dinilai bekerja dengan baik kalau proses picking dan packing satu order selesai dalam waktu maksimal 10 menit."
Tema QCC: "Bagaimana memangkas lead time order fulfillment dari 25 menit menjadi 10 menit per transaksi."
Bagian Maintenance / Perawatan Mesin
Tolok ukur terukur: "Saya dinilai bekerja dengan baik kalau downtime tak terencana (breakdown) dalam satu bulan tidak lebih dari 2 jam."
Tema QCC: "Bagaimana mereduksi durasi troubleshooting mesin packing dari rata-rata 45 menit menjadi 15 menit per kejadian."
Bagian Administrasi / Office
Tolok ukur terukur: "Saya dinilai bekerja dengan baik kalau laporan bulanan keuangan sudah dikirim ke manajemen setiap tanggal 3 tanpa revisi."
Tema QCC: "Bagaimana mempercepat waktu penyusunan laporan keuangan bulanan dari tanggal 8 menjadi tanggal 3."